Kamis, 15 September 2011

Makna Setan dibelunggu dalam bulan Ramadhan.

kita sering mendengar penceramah mengatakan bahwa Setan dibelunggu dalam bulan Ramadhan.

Hal ini bersumber dari sebuah hadis riwayat Imam Bukhary dan Imam Musli;

إذا جاء رمضان فتحت أبواب الجنة وغلقت أبواب النار وصفدت الشياطين

“Apabila datang Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.”

Tentang bagaimana pemahaman hadis ini Imam Jalaluddin As Sayuthy dalam kitab beliau Ad Dibaj `ala syarah Muslim mengurainya dengan panjang lebar. Beliau menyebutkan bahwa : menurut Qadhy maksud ‘’dibelenggu setan’’ ada beberapa kemungkinan

1. Makna hakiki yaitu setan dalam bulan puasa dibelenggu secara hakiki.

2. Makna majazi, ada beberapa kemungkian yang menjadi maksud dari hadis ini berdasarkan penafsiran ‘’setan terbelenggu’’ secara majazi: yaitu isyarah kepada banyaknya rahmat Allah, pengampunan, selama bulan ramadhan yang Allah limpahkan kepada hambaNya serta kemampuan setan untuk menggoda manusia selama Ramadhan pun berkurang, sehingga disamakan dengan keadaan setan yang terbelenggu. Maka maksud ‘’setan terbelenggu’’ adalah terbelenggu pada sebagian hal dan sebagian manusia.

Menurut Qadhy juga ada kemungkinan bahwa yang dimaksud dengan dibukakan pintu surga adalah kesempatan beribadah yang Allah berikan pada bulan Ramadhan yang tidak diperdapatkan dalam bulan lain, seperti puasa, qiyamul lail, shadaqah, membaca Al Quran serta menahan diri dari keburukan. Ini semua adalah menjadi sebab bagi dibukakan pintu surga dan ditutup pintu neraka . maka ‘’dibelenggu setan’’ adalah ungkapan sebagai kiasan dari keadaan manusia selalu beribadah , membaca Alquran dan berzikir serta yang menahan diri dari nafsu yang berujung pada tertutupnya pintu neraka dan setan tak mampu menggoda manusia.

Imam Qurtuby menerangkan bahwa ‘’dibelenggu setan’’ kemungkian juga dimaksudkan maka hakiki, hal ini tentu menimbulkan pertanyaan, kalau setan dibelenggu, mengapa banyak kemaksiatan yang terjadi dalam bulan Ramadhan. Ada beberapa jawaban dalam hal ini:

1. Setan hanya terbelenggu untuk orang-orang yang benar-benar berpuasa, menjaga adab serta syarat puasa. Adapun orang yang tidak menjaga puasanya maka baginya setan tidak terbelenggu.

2. Kalaupun kita maksudkan bahwa setan terbelunggu untuk seluruh orang yang berpuasa, maka hal ini tidaklah melazimi kepada tidak terjadi kemaksiatan, karena penyebab kemaksiatan bukan hanya setan, tetapi juga nafsu, dan setan insi (manusia yang mengajak kepada kemaksiatan)

3. Yang dibelenggu hanya sebagian setan, yaitu setan marid, sebagaimana datang dalam riwayat yang lain

صفدت مردة الشياطين

, maka hal ini berakibat kepada menurunnya kemaksiatan dalam bulan Ramadhan.

Imam Al Hulaimy mengatakan kemungkian setan yang dibelenggu adalah setang yang mencuri berita ghaib dari langit, karena mereka ketika diturunkan Al Quran tertegah untuk mencuri berita ghaib dari langit, maka ketika bulan Ramadhan tiba mereka diikat sebagai penambah pemeliharaan untuk manusia.

Referensi:

1. Ad Dibaj `ala Shaheh Muslim, Imam As Sayuthy

2. Fathul Bary `ala Shaheh Bukhary, Imam Ibnu Hajar Al Asqalany

3. Syarah Muslim, Imam Nawawy

4. Fatawy Kubra Fiqhiyah, Imam Ibnu Hajar Al Haitamy.




Share/Bookmark

Artikel yang berkaitan



0 komentar:

Posting Komentar

komentar anda?