Kamis, 17 Maret 2011

Nuansa Timur Tengah di Argentina

Masjid megah bergaya Timur Tengah ini sangat menarik perhatian pengunjung. Setiap harinya tidak pernah sepi peziarah.

Argentina, negara yang begitu kesohor dengan jagoan sepakbola Maradona itu, dalam hal Islam belakangan juga mulai mencuri perhatian dunia. Negara yang konon berpenduduk Islam terbesar di Amerika Latin ini memiliki masjid megah yang sangat indah.

Masjid itu terletak di kawasan Kompleks Pusat Kebudayaan Islam Raja Fahd atau Centro de Estudios Islamicos King Fahd, di Boenos Aires, Argentina. Di antara pertokoan yang sangat besar, Le Parc Tower, dan apartemen bergengsi tempat Maradona serta para selebriti negeri ini tinggal.

Arsitekturnya bergaya Islam yang dipadukan dengan arsitek modern. Sang arsitek, asal Arab Saudi, Zuhair Faiz, sengaja mendesainnya untuk menghadirkan nuansa Timur Tengah di Argentina.

Masjid megah bergaya Timur Tengah ini sangat menarik perhatian pengunjung. Setiap harinya, masjid ini tidak pernah sepi peziarah. Baik dari kawasan setempat, maupun mancanegara. Sambil menunggu waktu untuk shalat berjama’ah, sebagian pengunjung ada yang khusyu’ berdzikir, tapi tidak sedikit juga yang melihat-lihat keunikan dan kemegahan masjid.

Pembangunan masjid ini dimulai sejak tahun 1998, menghabiskan dana sekitar 20 juta dolar AS (Rp 20 miliar). Setelah dua tahun berselang, Masjid Pusat Kebudayaan Islam Raja Fahd, Boenos Aires, menampakkan kesempurnaan sebagai tempat peribadahan utuh, dan diresmikan pada hari Senin 25 September 2000 oleh Presiden Argentina Ferdinando de la Rua. Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Abdullah bin Abdul Aziz Al-Saud juga menghadiri peresmian itu bersama rombongan, yang terdiri dari anggota keluarga kerajaan dan kabinet kerajaan, kurang lebih sebanyak 250 orang.

Pembangunan ini terselenggara atas kerja sama pemerintah Argentina dengan Arab Saudi. Konsep pembangunan pusat kebudayaann Islam ini muncul saat Presiden Argentina kala itu, Carlos Menem, berkunjung ke Arab Saudi pada tahun 1992. Pertemuan presiden berkebangsaan Syiria dengan Raja Fahd dari Arab Saudi itu menginspirasi pembangunan pusat kebudayaan Islam di Argentina.

Raja Fahd serta beberapa pengusaha dari Arab memberikan bantuan dana sebesar 15 juta dolar (Rp 15 miliar), sedangkan pemerintah Argentina sendiri menyumbang 10 juta dolar (Rp 10 miliar) dan lahan milik kota Boenos Aires seluas 34 ribu meter persegi di kawasan Palermo.

Semarak Masjid Raja Fahd


Masjid yang kerap disebut “Masjid Raja Fahd” ini memiliki kapasitas 1.200 jama’ah laki-laki dan 400 jama’ah perempuan.

Selain masjid, pada Kompleks Pusat Kebudayaan Islam Raja Fahd juga terdapat perpustakaan, sekolah Islam tingkat SD dan SMP, pesantren dengan asrama untuk 50 santri, auditorium, apartemen bagi para imam, dan tak lupa taman dan area parkir yang luas.

Dengan berbagai fasilitas lengkap tersebut, tempat itu menjadi begitu semarak dengan ritus ke-Islam-an. Setiap pagi dan sore, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) mengadakan kelas belajar Al-Qur’an dan bahasa Arab untuk umum.

Pengelola masjid juga bekerja sama dengan organisasi dunia Islam, mengadakan pendidikan singkat sejenis pelatihan untuk mengenalkan sosok Nabi Muhammad SAW kepada masyarakat Argentina. Adalah Kedutaan Arab Saudi di Boenos Aires yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan program ini.

Sementara perpustakaan dibuka setiap hari untuk umum mulai dari jam 10.00 sampai jam 17:00 waktu setempat. Masjid dan kawasan tersebut terbuka dan gratis untuk kunjungan dari pengunjung dengan menggunakan pengantar bahasa Spanyol pada hari Senin, Rabu, Jum’at, Sabtu, dan Minggu. Bahasa Inggris digunakan hari Selasa dan Kamis.

Dengan waktu kunjungan sekitar 45 menit, pengunjung dipandu oleh pengelola untuk menikmati kemegahan masjid, pelataran bagian dalam, perpustakaan, taman yang asri, dan ruangan lain. Masjid dan Pusat Kebudayaan Islam ini juga melayani permintaan kunjungan khusus.

Secara resmi Kompleks Pusat Kebudayaan Islam Raja Fahd ditutup untuk umum pada hari-hari besar Islam. Meskipun demikian, pengunjung muslim setempat tentu saja diizinkan untuk berkunjung dan bergabung mengikuti kegiatan yang diselenggarakan panitia.

Peringkat Ketiga di Benua Amerika


Kebanyakan orang Argentina menyebut keturunan Arab atau muslim di sana sebagai keturuan Turkos atau Turki, tanpa peduli negara asal mereka sebenarnya. Hal tersebut didasarkan pada fakta bahwa kebanyakan muslim yang ada di Argentina merupakan imigran dari Syria, Armenia, dan Lebanon, kawasan yang pernah menjadi wilayah kekuasan Imperium Utsmaniah, yang kini menjadi Turki.

Di antara imigran Arab yang terkenal adalah keluarga Menem, yang berasal dari Syria dan pemeluk Islam. Mantan Presiden Argentina, Carlos Menem, adalah salah satu keturunan keluarga imigran Syria ini. Meski leluhurnya adalah pemeluk Islam, ia sendiri seorang penganut Katholik Roma. Karena faktor agama inilah, Carlos Menem diizinkan untuk ikut mencalonkan diri sebagai presiden Argentina. Dalam aturan konstitusi yang berlaku, presiden Argentina haruslah seorang pemeluk Katholik Roma. Namun, aturan ini dihapuskan dalam reformasi konstitusi tahun 1994.

Konon, muslim di Argentina saat ini menjadi populasi terbesar ketiga di benua Amerika setelah Amerika Serikat dan Brazil. Menurut catatan The CIA World’s Fact Book, pada tahun 2004, dari total penduduk Argentina yang mencapai 39.144.753 jiwa, dua persennya adalah pemeluk Islam, yaitu sekitar 782.895 jiwa. Selebihnya adalah pemeluk Katholik Roma, Protestan, dan Yahudi.

Menurut laporan harian Clerein baru-baru ini, warga muslim Argentina sudah lebih dari tiga juta orang.
Peningkatan populasi muslim di Argentina ini diperkuat Pusat Kajian Islam di Argentina, Centro de Estudios Islamicos, lembaga yang fokus pada dakwah dan kajian budaya Islam di Argentina. Lembaga ini menyebutkan, pada abad ini agama Islam berkembang pesat di Argentina. Indikasinya adalah semakin banyaknya pengunjung masjid dan berdirinya masjid baru.

Masjid di dalam kompleks bangunan ini memang bukanlah satu-satunya di Argentina. Sebelum berdirinya masjid ini, Buenos Aires juga telah memiliki sebuah masjid megah yang terletak di kawasan permukiman bagi pendatang dari Timur Tengah. Sedangkan Argentina pada umumny memiliki puluhan masjid yang tersebar di seluruh pelosok negeri.

Masjid Raja Fahd itu dapat dilihat jelas dari lapangan Polo, kawasan Palermo, Boenos Aires, ibu kota Argentina. Kompleks itu menjadi salah satu pusat Islam terbesar di kawasan Amerika Latin.
sumber:
http://www.majalah-alkisah.com/index.php/home/809-nuansa-timur-tengah-di-argentina

Share/Bookmark

Artikel yang berkaitan



0 komentar:

Posting Komentar

komentar anda?